KUALALUMPUR(Katolikku.com) -Negara bagian Kelantan Malaysia telah memberlakukan undang-undang atau Hukum Syariah baru yang memungkinkan 24 pelanggaran baru yang bisa dihukum, termasuk upaya pindah agama (konversi) dari Islam ke agama lain, yang memicu kekhawatiran dari kelompok Kristen dan hak asasi manusia. Pihak berwenang di negara bagian timur laut memberlakukan Undang-Undang Hukum Pidana Sebenarnyadalam skriptur-skriptur agama Sunni, perlu dicermati bahwa non-Sunni kesemuanya dipandang sebelah mata dan dibenci sedemikian rupa. Dalam pikiran-pikiran ulama penulis skriptur hadis ini, mereka seakan menghancurkan gereja dan sinagog dalam otak mereka. Tentu, itu melahirkan pandangan negatif dan merendahkan kepada semua non-Sunni. Iamenyebut ada 1.300 anak muslim yang pindah agama di Yogyakarta karena bersekolah di sekolah katolik. "Itu baru hasil penelitian di Yogya. Di tempat lain, saya tidak tahu," katanya. Hukum masuk sekolah Kristen menurut fatwa MUI adalah haram 2. Menurut keputusan Bahtsul Masail Al- Diniyyah Al- Waqi'iyyah Muktamar XXX NU di PP. Lirboyo Kedua Butir demi butir dalam setiap sila Pancasila sama sekali tidak ada yang berlawanan dengan Al-Kitab sehingga rumusan Pancasila dapat dijalankan oleh seluruh umat kristiani.Berikut adalah jalinan antara Al-Kitab dengan setiap butir Pancasila. Sila Pertama yaitu â Ketuhanan Yang Maha Esaâ memberikan kebebasan kepada masyarakat Indonesia untuk memilih agama dan keyakinan yang memamg Berikut8 fakta Lukman Sardi yang memeluk kristen setelah pulang umroh dan ternyata pernah jadi sales. 1. Hidup di tengah keluarga dengan agama berbeda. Dilansir dari suara.com, usai memutuskan berpindah keyakinan dari Islam menjadi Kristen, nama Lukman Sardi menjadi sorotan. Pemain film Sang Pencerah, memeluk kristen setelah pulang umrah. Dengandemikian, penentuan boleh tidaknya perkawinan tergantung pada ketentuan agama, karena landasan hukum agama dalam melaksanakan perkawinan merupakan hal yang sangat penting dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974. Apabila hukum agama menyatakan suatu perkawinan tidak sah, begitu pula menurut hukum negara perkawinan tersebut juga tidak sah. NegaraIndonesia sendiri juga hidup berdampingan dengan Pancasila dan Undang-Undang yang diatur dalam Undang -- Undang Dasar 1945 Pasal 29 ayat 1 dan 2. Yang berisi (1) "Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa." (2) "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan mrZ8ei. Larangan Berpindah Agama Menurut KristenHukum Berpindah Agama Menurut Iman Kristen1. Murtad dapat Membuat Allah Marah2. Orang yang Murtad Tidak Akan Diampuni3. Orang yang Kembali ke Yesus Dapat Diampuni4. Pindah ke Kristen adalah AnugerahLarangan Berpindah Agama Menurut – Hukum pindah agama dalam Kristen. Ketika pertama kali memutuskan untuk masuk ke dalam agama Kristen, atau usai dibaptis, seseorang seharusnya telah yakin dengan mempercayai Allah sebagai satu-satunya Bapa dan Yesus Kristus sebagai Tuhan yang esa merupakan kewajiban yang harus diyakini dan selalu dilakukan oleh umat tidak diperbolehkan untuk berpindah agama ke Islam, Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan sebagainya. Pasalnya itu sama saja mengkhianati kepercayaan terhadap Yesus berpindah agama dalam Kristen sudah sangat jelas, yakni dilarang. Dalam Alkitab Injil, Tuhan telah banyak berfirman akan hal tersebut namun mungkin kerap diabaikan sebagian itu pada kesempatan ini kami ingin mengulas secara lengkap hukum pindah agam menurut iman Kristen yang dirangkum dari berbagai sumber. Berikut Berpindah Agama Menurut Iman KristenTanpa banyak basa basi lagi langsung saja berikut adalah ulasan lengkap mengenai hukum berpindah agama berdasarkan Alkitab dan Injil. Simak pembahasannya di bawah Murtad dapat Membuat Allah MarahMurtad artinya apotasi atau pembeloktan. Dalam agama Kristen ini bermakna kita tidak lagi percaya pada iman Kristen. Banyak ayat Alkitab menjelaskan Allah tak menghendaki hal ini. Murtad dalam Kristen juga bermakna meninggalkan Yesus Kristus sebagai bergama Kristen yang murtad tentu melakukan itu dengan jelas dan tak ada keresahan sama sekali. Hal ini tentu dapat sebabkan Tuhan Allah sendiri amat sedih. Allah sudah memberi tambahan kami karunia yang amat besar melalui janji penebusan dosa, namun kami membuang “tiket” tersebut dan pilih untuk memuja ilah-ilah Orang yang Murtad Tidak Akan DiampuniYesus memang telah berjanji menebus dosa manusia, namun bukan berarti manusia bebas melakukan dosa sesukanya. Manusia yang ditebus dosanya adalah dia yang percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat dan Allah yang memanifestasikan dirinya dalam wujud yang berpindah agama dari Kristen tentu menyangkal hukum berpindah agama ini. Orang yang tidak mengakui bahwa Yesus merupakan Jalan Kebenaran tentu tidak dapat beroleh anugerah berwujud penebusan dosa. Ibarat sebuah “tiket konser”, orang yang murtad itu adalah orang yang membuang “tiket konser” ada banyak yang berlomba masuk ke rumah Bapa, namun dengan perpindahan agama ini Anda telah memilih untuk membuang kesempatan tersebut. Anda sudah mengecewakan Tuhan Allah dan saudara seimanmu karena membuang tiket masuk ke rumah Bapa bersama Orang yang Kembali ke Yesus Dapat DiampuniDi mata Tuhan sebenarnya murtad adalah perbuatan yang sangat keji, namun Allah adalah sosok pengampun dan penyabar. Tuhan Allah masih memberi tambahan kesempatan kepada kami untuk bertobat. Dia tidak dapat serampangan langsung menjebloskan umat-Nya yang tersesat ke di dalam kita bebas untuk memilih dan ini dibebaskan Tuhan, namun kita juga harus siap dengan segala konsekuensinya. Kehendak bebas itu sendiri diberikan oleh Tuhan waktu manusia masih hidup di dunia. Jadi, orang yang murtad juga punyai tekad untuk ulang ke pangkuan Allah atau murtad adalah dosa yang besar, namun Tuhan memberikan kesempatan dosa tersebut bisa dihapus seperti bulu domba. Bila dianalogikan, Tuhan Allah adalah seorang gembala. Sementara itu, orang yang murtad adalah seekor domba. Seorang gembala tentu dapat amat marah dan kesal waktu dombanya tiba-tiba hatinya juga, keluar rasa kuatir yang amat mendalam. Gembala itu tentu dapat melacak dombanya itu hingga pada akhirnya ditemukan. Ketika ditemukan, gembala dapat begitu puas dan kemarahannya pun domba tidak ditemukan pada saat domba itu mati, si gembala tentu dapat amat sedih dan marah. Ketika waktu domba itu sebenarnya sudah mati menurut perkiraan sang gembala, maka si gembala tidak dulu merisaukan dombanya lagi. Untuk kalian yang membelot dari Kasih Allah, apakah kalian senang tidak dianggap oleh Allah di hari pengakiman nanti?4. Pindah ke Kristen adalah AnugerahBerpindah agama ke Kristen merupakan anugerah yang begitu disenangi Allah. Dia begitu puas karena domba-domba yang tersesat kembali ke pelukan-Nya. Yesus juga memberi saran untuk mengajak saudara kita yang lain untuk menjadi saudara seiman, meski begitu Yesus tak memaksanya biarlah tekad Roh Kudus yang kabar puas kepada mereka supaya mereka juga bersama bersama kami di Rumah Bapa suatu waktu nanti. Kita tidak boleh gunakan kekerasan di dalam melakukan penginjilan terhadap orang Kristus sendiri di dalam melayani umat-Nya dan memberi tambahan kabar puas tidak dulu gunakan kekerasan fisik dan perang. Sejarah dulu terjadi. Pemaksaan seseorang untuk ulang kepada Yesus dulu berjalan terhadap waktu Perang Salib Albigensian di mana kaum Kataris di Prancis dianggap bidaah dan diminta untuk ulang ke Yesus ini pada akhirnya menimbulkan banyak korban tewas. Efek kematian yang begitu banyak di dataran Eropa itu sebabkan terdapatnya wabah penyakit, berwujud Black Death yang hampir menghabiskan hampir 1/2 populasi Eropa terhadap abad tolong Roh Kudus untuk memberitakan layaknya apa yang tertuang di dalam Alkitab, jangan pernah memaksakan kehendak. Namun, satu perihal yang mutlak adalah waktu ada temanmu yang idamkan masuk Kristen, bukan bermakna dia dapat langsung tersebut perlu dibimbing di Gereja supaya imannya asli dan kuat. Proses yang perlu dilaui oleh temanmu disebut bersama katekisasi. Selama proses katekisasi, kamu perlu membantu temanmu ini untuk jelas Kristen lebih enteng dan baik. Tentu saja, kalian perlu menghendaki karunia Roh Kudus supaya tidak KataSekian ulasan singkat mengenai hukum pindah agama dalam iman kristen. Semoga dapat membuat kita berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk berpindah agama selain MC Resepsi Pernikahan KristenAyat Alkitab Tentang Israel dan PalestinaHukum Sewa Rahim Menurut Agama Kristen Meninggalkan agama adalah keputusan yang sangat berat. Tapi, cukup banyak orang yang melakukannya. Bagaimanakah hukum pindah agama dari Islam dan Kristen ke agama lain? Satu agama memberi hukuman yang sangat keras. Dan satu agama menghukum berdasarkan kasih. Hukum Pindah Agama dari Islam Dalam pengertian sehari-hari, seseorang yang meninggalkan agama Islam disebut murtad’ atau apostate’ Bahasa Inggris. Yusuf Ali menulis dalam terjemahannya turn back’. Ayat selengkapnya “Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang kepada kekafiran sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, setan telah menjadikan mereka mudah berbuat dosa . . .” Quran, Muhammad [47]25. Membaca ayat selanjutnya dan penjelasan Yusuf Ali dalam catatan kaki. Dia jelaskan sbb Seorang murtad ini disebut penghianat dan di tangan si jahat. Dia membangun pengharapannya di atas kebohongan. Dia telah melawan Allah secara terang-terangan. Orang tersebut adalah musuh Allah Yusuf Ali, 1993 1385. Setiap pemeluk Islam meyakini Islam adalah agama Allah. Sehingga jika ada seseorang yang meninggalkan Islam, berarti dia telah melawan Allah mereka. Karena itu, kita dapat memahami bahwa mereka harus menghukum si murtad, terkadang sampai membunuhnya. Mereka mau menghukum si jahat dan membela Allah. Orang Islam yang murtad sering mengalami penganiayaan. Biasanya keluarganya mempermalukan si murtad dan terkadang memukulnya. inilah hukum pindah agama dari Islam ke agama yang lain, Mukmin yang murtad mengalami masalah yang besar. Sayang sekali definisi “jahat” di sini menjadi kabur. Hanya berdasarkan tuduhan atau kesimpulan religius yang tidak sesuai dengan fakta moral. Silakan mengemail kami bila Anda tidak setuju dengan kami. Hukuman Orang yang Meninggalkan Kristen Nabi Isa mengatakan kepada para pengikut-Nya, “Kamu telah mendengar firman Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” Injil, Rasul Besar Matius 544-45. Jika ada orang yang meninggalkan agama Kristen, seharusnya pengikut Isa Al-Masih masih mengasihinya. Juga, mereka harus mendoakannya agar dia akan kembali pada Isa. Pengharapan Pengikut Isa Al-Masih Orang yang datang kepada Isa dan mengikuti-Nya dalam hidupnya, tidak mendapatkan pengharapan yang sia-sia. Sebaliknya Isa menjanjikan akan memberikan kelegaan baginya. Dan Ia akan membalaskan seratus kali lipat atas apa yang telah ditinggalkannya. Jika seseorang harus mengalami penganiayaan karena iman kepada Isa Al-Masih, sebaiknya mereka menganggapnya sebagai suatu kebahagiaan. Isa Al-Masih berkata, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya . . . karena upahmu besar di sorga” Injil, Rasul Besar Matius 511-12. Mereka dapat membunuh tubuhmu, tapi tidak dengan jiwamu. Sebab Isa adalah Pemilik jiwa mereka. Sekarang Anda bisa memilih satu di antara dua pilihan. Mau takluk kepada tuduhan religius semata dan jiwamu hilang? Atau menyerahkan diri kepada Pemilik hidup, Isa Al-Masih, untuk memperoleh hidup kekal? Kirimkan jawaban Anda kepada kami lewat email. [Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.] Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut Menurut Saudara, mengapa hukum pindah agama dari Islam ke agama lain sangat berat bagi Mukmin? Menurut Saudara, mengapa orang Kristen yang murtad tidak harus dihukum? Mengapa Isa mengajar untuk mengasihi dan mendoakan mereka? Pernahkah Saudara memikirkan meninggalkan agama Saudara? Mengapa? Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “ Hukum Pindah Agama dari Islam untuk Mukmin?“ Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut Janji Nabi Isa Dan Nabi Islam Kepada Pengikutnya 3 Alasan Mengapa Orang Islam Menjadi Kristen Setelah Mimpi, Imam Islam Mengikut Isa Cara Masuk Agama Islam Dan Kristen Video Rahmat Allah Bagi Umat Berdosa Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.” Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Murtad sudah menjadi perdebatan bagi para ahli teologi sejak dulu. Definisi murtad masih diperdebatkan sampai sekarang. Ada pihak yang bilang bila pindah dari denominasi Katolik ke Protestan sudah dianggap murtad. Ada juga yang menganggap kalau itu bukanlah murtad. Dalam artikel ini, kita tidak membahas murtad dalam definisi pindah denominasi, melainkan murtad dalam artian pindah agama. Negara membebaskan warga negaranya untuk memeluk agama apapun. Meskipun begitu, warga negara, selain diikat oleh peraturan negaranya, juga diikat oleh norma yang berlaku dalam agama yang dianut, kecuali ateis. Walaupun negara tidak berhak untuk menghukum orang yang murtad dari hukum pindah agama dalam Kristen, orang tersebut tentu akan mendapatkan sanksi sosial dan tentunya akan mendapat ganjaran yang setimpal di hari penghakiman nanti. Lalu, bagaimana Agama Kristen memandang murtad atau pindah agama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, murtad adalah berbalik belakang. Maksud dari makna “berbalik belakang” adalah seorang individu tidak lagi menghadap imamnya dan memunggungi imamnya alias keluar dari sebuah komunitas. Kita tahu bahwa memunggungi orang yang sedang berbicara dengan kita adalah hal tidak beretika sama sekali. Jadi, murtad adalah pindahnya seseorang ke agama lain, seperti orang yang beragama Islam pindah ke Agama Kristen atau orang yang beragama Kristen pindah ke Agama Islam. 1. Murtad akan Membuat Allah Marah Murtad dalam Kristen disebut dengan apostasi yang bermakna pembelotan. Apostasi berarti seseorang dengan sadar sudah melakukan pembelotan terhadap iman Kristen. Banyak ayat alkitab yang menunjukkan bahwa Allah sendiri tidak mengehendaki pemurtadan umatnya. Salah satunya tertuang di dalam Kitab Yeremia 219 “Kejahatanmu akan menghajar engkau , dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam.” Murtad dari Agama Kristen itu berarti sudah berarti meninggalkan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Orang yang murtad dari Agama Kristen tentu melakukan itu dengan sadar dan tak ada ketakutan sama sekali. Hal ini tentu akan membuat Tuhan Allah sendiri sangat sedih. Allah sudah memberikan kita karunia yang sangat besar melalui janji penebusan dosa, tetapi kita membuang “tiket” tersebut dan memilih untuk memuja ilah-ilah lain. 2. Orang yang Tetap Murtad tidak Akan Diampuni Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada kita karena Yesus sendiri sudah berjanji akan menebus dosa manusia. Namun, bukan berarti manusia itu bebas melakukan dosa sesukanya. Manusia yang ditebus dosanya adalah manusia yang yakin dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat dan Allah yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk manusia. Hal ini tertulis dalam Yohanes 146 “Kata Yesus kepadanya “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Orang yang pindah agama dari Kristen tentu sudah menyangkal hukum pindah agama dalam Kristen. Orang yang tidak mengakui bahwa Yesus merupakan Jalan Kebenaran tentu tidak akan mendapatkan anugerah berupa penebusan dosa. Ibarat sebuah “tiket konser”, orang yang murtad itu adalah orang yang membuang “tiket konser”-nya. Padahal, banyak yang berlomba-lomba ingin masuk ke dalam Rumah Bapa dan hanya sedikit yang dipilih, tapi kita malah membuang kesempatan tersebut. Kamu sudah mengecewakan Tuhan Allah dan saudara seimanmu karena membuang tiket masuk ke rumah Bapa dengan cuma-cuma. 3. Orang yang Kembali ke Yesus Kristus akan Diampuni Murtad memang adalah dosa yang sangat keji di mata Tuhan. Namun, Allah itu adalah sosok yang Maha Pengampun dan Maha Penyabar. Tuhan Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat. Dia tidak akan serampangan langsung menjebloskan umat-Nya yang tersesat ke dalam neraka. Tuhan memang memberikan kita kehendak bebas untuk memilih, tapi manusia harus siap dengan konsekuensinya. Kehendak bebas itu sendiri diberikan oleh Tuhan saat manusia masih hidup di dunia. Jadi, orang yang murtad juga memiliki kehendak untuk kembali ke pangkuan Allah Bapa. Kita tahu kalau apostasi atau murtad itu adalah dosa yang sangat berat. Namun, Tuhan masih memberikan kita kesempatan. Bahkan, dosa orang murtad yang kembali kepada Tuhan Allah itu akan dihapus seperti bulu domba. Ayat itu tertuang di dalam “Marilah, baiklah kita berperkara ! –firman Tuhan – Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”Yesaya 118 Bila dianalogikan, Tuhan Allah adalah seorang gembala. Sementara itu, orang yang murtad adalah seekor domba. Seorang gembala pasti akan sangat marah dan kesal saat dombanya tiba-tiba menghilang. Dalam hatinya juga, muncul rasa khawatir yang sangat mendalam. Gembala itu tentu akan mencari dombanya itu sampai akhirnya ditemukan. Ketika ditemukan, gembala akan begitu bahagia dan kemarahannya pun pudar. Ketika domba tidak ditemukan kembali pada saat waktunya domba itu mati, si gembala tentu akan sangat sedih dan marah. Ketika waktu domba itu memang sudah mati menurut perkiraan sang gembala, maka si gembala tidak pernah mengkhawatirkan dombanya lagi. Untuk kalian yang membelot dari Kasih Allah, apakah kalian mau tidak dianggap oleh Allah di hari pengakiman nanti? 4. Pindah ke Agama Kristen adalah Anugerah Mereka yang pindah dari agama asal ke Agama Kristen tentu adalah hal yang begitu disenangi oleh Allah. Dia begitu bahagia karena domba-domba yang tersesat kembali ke pelukan-Nya kembali. Matius 1920 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Yesus sendiri menyarankan kita untuk mengajak saudara-saudara kita yang lain untuk menjadi bagian dari kita sebagai saudara seiman. Meskipun begitu, kita tetap tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada mereka. Biarlah kehendak Roh Kudus yang terjadi atas teman-temanmu. Wartakan kabar bahagia kepada mereka supaya mereka juga bersama dengan kita di Rumah Bapa suatu saat nanti. Kita tidak boleh menggunakan kekerasan dalam melakukan penginjilan terhadap orang lain. Yesus Kristus sendiri dalam melayani umat-Nya dan memberikan kabar bahagia tidak pernah menggunakan kekerasan fisik dan perang. Sejarah pernah terjadi. Pemaksaan seseorang untuk kembali kepada Yesus pernah terjadi pada saat Perang Salib Albigensian di mana kaum Kataris di Prancis dianggap bidaah dan diminta untuk kembali ke Yesus Kristus. Pemaksaan-pemaksaan ini akhirnya menimbulkan banyak korban tewas. Efek kematian yang begitu banyak di dataran Eropa itu menyebabkan adanya wabah penyakit, berupa Black Death yang hampir menghabiskan hampir setengah populasi Eropa pada abad ke-14. Oleh sebab itu, jangan memaksakan kehendakmu. Minta tolong Roh Kudus untuk mewartakan seperti apa yang tertuang dalam Alkitab. Namun, satu hal yang penting adalah saat ada temanmu yang ingin masuk Kristen, bukan berarti dia bisa langsung dibabtis. Temanmu tersebut harus dibimbing di Gereja supaya imannya asli dan kuat. Proses yang harus dilaui oleh temanmu disebut dengan katekisasi. Selama proses katekisasi, kamu harus membantu temanmu ini untuk memahami Kristen lebih mudah dan baik. Tentu saja, kalian harus meminta karunia Roh Kudus supaya tidak tersesat. Bagaimana Mencegah Kemurtadan dari Kristen Di zaman yang serba canggih ini, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mutakhir. Informasi bisa didapatkan dari mana saja. Bahkan, kita bisa mengakses informasi palsu dengan mudah. Pemurtadan sering terjadi di mana-mana oleh karena informasi palsu tersebut. Ateis dan gereja setan tumbuh subur di Eropa dan Amerika Latin yang merupakan wilayah dengan mayoritas Kristen. Belum lagi, kemunculan aliran sesat seperti Mormon dan Saksi Yehovah yang rajin melakukan penyesatan dari rumah ke rumah, sebagai berikut cara mencegahnya Oleh sebab itu, kamu harus rajin berdoa dan meminta pertolongan Roh Kudus supaya kamu tidak jatuh dalam lembah dosa. Lalu, apakah kamu harus menghindari informasi palsu? Tentu saja tidak. Kamu harus tahu tentang informasi palsu yang disebarkan itu. Kemudian, kamu harus minta bimbingan Roh Kudus untuk mencari kesalahan dalam informasi tersebut. Kamu juga harus rajin untuk melakukan diskusi dengan orang-orang yang memiliki ilmu yang cukup tinggi dalam bidang Teologi. Dengan begitu, iman kamu tetap teguh dalam Kristus. Utamakan skeptis terhadap informasi baru yang kamu dapatkan. Bisa saja informasi itu disebarkan supaya kamu murtad dan menyangkal Ketuhanan Yesus Kristus. Begitulah hukum pindah agama dalam Kristen, setiap orang pernah berdosa, termasuk Rasul Paulus dan Rasul Petrus. Rasul Paulus yang merupakan Ahli Taurat akhirnya pindah agama dari Yahudi ke Kristen setelah diperingatkan oleh Yesus Kristus melalui sebuah penglihatan. Sebelumnya Paulus adalah sosok yang sangat suka melakukan pembunuhan terhadap umat-umat Kristen di Syria Palestina. Rasul Petrus pernah melakukan penyangkalan terhadap Yesus Kristus saat ditanya apakah Petrus mengenal Yesus. Petrus merasa bersalah setelah melakukan penyangkalan tersebut. Walaupun begitu, Yesus justru tidak mengutuk Petrus. Yesus justru memilih Petrus menjadi pemimpin gereja perdana. Kuatkanlah imanmu. Minta bantuan Roh Kudus supaya dirimu tidak menjadi domba tersesat yang tidak tahu arah jalan pulang. Foto Reuters/A. GrantAgama sangat erat kaitannya dalam mengatur pada siapa warga negara harus jatuh cinta. Konon, Indonesia melarang pernikahan antar agama sedangkan agama/kepercayaan yang resmi diakui hanya enam agama yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Baru-baru ini komunitas penghayat kepercayaan telah diakui dan boleh meletakkan nama Penghayat sebagai nama di kolom agama kartu identitas. Walau begitu, agama selalu menjadi masalah utama karena orang Indonesia sangat suka untuk menjadikan urusan agama sebagai hal yang publik dan dipertontonkan secara luas. Salah satunya terkait dengan pernikahan, regulasi agama sangat erat kaitannya dengan pernikahan secara administratif di Indonesia. Hubungan antara agama dan pernikahan sangat erat dan kompleks. Melalui tulisan ini, kita akan coba menjelajahi simpul-simpul tersebut. Sudah Waktunya Revisi UU Perkawinan 74 Ada dua sebab sulitnya menikah beda agama di Indonesia. Pertama, karena tren pengakuan identitas menguat dan kedua karena hambatan dari hukum dan sejarah. Pengakuan identitas yang menguat tidak disertai dengan peningkatan kapasitas untuk mengetahui asal-usul. Kini muncul kelompok Neo-Nazi Melayu yang mengklaim bahwa bangsa Melayu sebagai ras unggul dan menuntut kemurnian ras melayu. Pengakuan identitas sah saja seperti yang dilakukan oleh Penghayat Kepercayaan, tapi jika terlalu jauh malah terpeleset menjadi Nadya Karima MelatiFoto Nadya Karima Melati Kedua, hambatan sejarah mulai dari hukum kolonial yang membeda-bedakan ras dan agama dan selanjutnya peristiwa politik pembantaian 65 yang membuat seluruh warga negara harus berafiliasi dengan kelompok agama resmi tertentu. Sebab kedua ini menjadi bibit sentimen pada masing-masing kelompok agama. Setiap kelompok agama mencurigai satu dan lainnya dan integrasi agama melalui percintaan menjadi sulit. Dalam mencintai, restu agama menjadi penting sebab pada pasal pertama disebutkan "Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu". Undang-undang Perkawinan tahun 1974 memang sudah waktunya direvisi, sebab ada banyak hal yang sudah harus disesuaikan dengan konteks zaman. Frase pada pasal pertama bermasalah karena pada hari ini ketika identitas kepercayaan telah diterima, pernikahan di dalam komunitas kepercayaan belum diakui secara legal. Belum lagi soal batas usia pernikahan yang membuat kontradiksi definisi 'anak' antara Undang-undang Perkawinan dan Undang-undang Perlindungan Anak. Peran bapak sebagai kepala keluarga tidak bisa dipertahankan karena nyatanya banyak perempuan menjadi kepala keluarga, sehingga fasilitas pengurangan penghasilan tidak kena pajak dan syarat peminjaman di bank, harusnya tidak merujuk pada peran gender yang usang tersebut. Masalahnya di Keluarga dan Komunitas Agama Upaya untuk merevisi Undang-undang Pernikahan telah dilakukan beberapa kali, namun berkali-kali juga ditolak. Pernikahan beda agama menjadi salah satu poin untuk revisi, namun mentok pada pemahaman di tingkat masyarakat yang masih memandang agama sebagai sesuatu yang krusial dan eksklusif. Secara birokrasi dan administratif, pernikahan beda agama di Indonesia mungkin dilangsungkan, tapi secara kultural, susah diterima. Apalagi Islam sebagai agama mayoritas. Selama orang beragama selain Islam dipandang sebagai kafir, akan sulit sekali membuka jalan restu bagi agama ini untuk menerima umat beragama lain sebagai ahli kitab. Agama menjadi pedoman sekaligus penghambat dari orang tua untuk memberikan restu pernikahannya. Kesulitan pernikahan beda agama terletak pada restu orang tua. Manusia tentu tidak bisa menentukan kapan dan kepada siapa dia jatuh cinta, tapi banyak orang tua jelas menentukan dengan siapa kita boleh menikah. Keputusan orang tua dipengaruhi oleh lembaga agama dan afiliasi aliran agama yang dianut keluarga. Semakin eksklusif dan puritan orang tua memegang keyakinannya dan dapat justifikasi dari organisasi keagamaannya, semakin sulit bagi anak untuk mendapat restu menikah. Orang tua juga punya keinginan untuk berkontribusi bagi komunitas agamanya dengan menambah jumlah pengikut baru, karena pernikahan anak juga berdampak pada pengakuan sosial orang tua di masyarakat. Tren Islam konservatif/reaksioner dan pengakuan agama mayoritas yang semakin mengencang akan mempersulit kemampuan orang-orang untuk saling mencintai. Cinta sebagai Upaya Rekonsiliasi Bangsa Indonesia hadir karena adanya perkawinan antar agama dan suku yang terjadi. Misalnya, orang-orang Makassar beragama Islam sebab ada kontak dan perkawinan dengan pedagang beragama Islam dari Arab, Tiongkok dan Persia. Selama ini ada stereotip terhadap orang-orang Bangka yang berkulit kuning langsat bahwa hal ini terjadi karena adanya pernikahan antara Melayu dan Tionghoa. Sama halnya dengan dengan kecap manis. Sebagai produk budaya, kecap manis adalah hasil kawin silang fermentasi saus kedelainya milik orang-orang Timur Asing dengan gula aren yang banyak ditemui di Nusantara. Segala hal yang kita banggakan milik Indonesia adalah hasil dari perkawinan dua entitas yang berbeda. Baik secara biologis maupun kultural. Dan hasil perkawinan itu menghasilkan perbaikan keturunan di masa mendatang. Seperti kecap manis yang kita nikmati saat ini. Jika pernikahan berbeda agama masih dilihat sebagai hal yang tabu, maka integrasi kita sebagai bangsa akan sulit terwujud. Pasca Pilkada Jakarta 2016, sentimen SARA menyerbak. Pemilu 2019 diisi dengan sentimen agama. Beberapa peneliti politik sudah memprediksi bahwa Indonesia mungkin akan pecah, sebab kelompok Islam mayoritas semakin mempertontonkan kesalehannya dengan mendiskriminasi kaum yang berbeda. Sementara itu, kelompok minoritas semakin merasa terancam. Kondisi seperti ini membuat Indonesia sebagai bangsa menjadi rapuh. Karena masing-masing kelompok, alih-alih membangun jembatan untuk dialog menjadi saling mencurigai dan membuat dirinya semakin eksklusif. Harapan persatuan Indonesia ada pada kelompok pemuda yang tidak terima dengan keadaan tidak boleh saling mencintai. Anak muda dan cinta adalah kunci masa depan Indonesia. Pelbagai permasalahan seperti intoleransi dan revolusi bentuk keluarga berada di tangan pemuda Indonesia yang masih single. Karena mereka bisa dan harus memperjuangkan masa depannya yang belum mungkin. Harusnya kepedihan pelarangan mencintai beda agama dan jenis kelamin menjadi pemantik untuk membuat sebuah gerakan untuk merevisi UU Perkawinan dan memperkenalkan konsep keluarga baru. Cinta yang tidak bisa bersatu itu pedih, tapi lebih pedih lagi kalau kita terus biarkan generasi setelah kita terus mengalaminya. Nadyazura adalah essais dan pengamat masalah sosial. *Setiap tulisan yang dimuat dalam DWNesia menjadi tanggung jawab penulis *Bagaimana komentar Anda atas opini di atas? Silakan tulis dalam kolom komentar di bawah ini. Ilustrasi ayat alkitab tentang pernikahan sumber foto UnsplashUntuk menjawab pertanyaan tersebut, coba renungkanlah beberapa ayat Alkitab tentang pernikahan beda agama berikut kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? 2 Korintus 614-15Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu. 1 Korintus 712-13Berikut beberapa ayat Alkitab yang terutama kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. 1 Petrus 48Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 1 Yohanes 48Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Kejadian 224

hukum pindah agama menurut kristen