PELAPORAN- Di dalamnya terkandung file administrasi BK berupa : Pendahuluan. Laporan Bimbingan dan Konseling. Nah, pada kesempatan kali ini admin ingin mencoba membagikan salah satu file administrasi Bimbingan dan konseling berupa Format Agenda Harian 1 Bimbingan dan Konseling (BK) yang dimana sperti kita tahu file ini akan sangat berguna bagi
JenisLayanan. Prayitno, menjelaskan bahwa layanan BK mencakup sembilan jenis layanan, yaitu: 1) Layanan Orientasi. Layanan orientasi yaitu layanan konseling yang memungkinkan klien memahami lingkungan yang baru dimasukinya untuk mempermudah dan memperlancar berperannya klien dalam lingkungan baru tersebut. 2) Layanan Informasi.
A Layanan Responsif. 1. Pengertian Responsif. Layanan Responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas. Layanan Responsif adalah layanan
Kegiatanbimbingan tidak semata-mata tugas konselor saja. Tanpa peran serta guru, pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah tidak dapat terwujud secara optimal. Gibson dan Mitchell dalam soetjipto dan kosasi (2009: 111) menyatakan bahwa guru mempunyai peranan yang besar dalam program bimbingan dan konseling di sekolah.
Bimbingandan konseling memiliki 4 bidang ya i tu wilayah pribadi, sosial, akademik, dan karir. contohnya, untuk memfasilitasi anak-anak yang menyukai dan berkompetensi. 2. T ujuan BK Belajar
1 Siswa mampu menjelaskan tentang apa itu Motivasi Belajar. 2. Siswa dapat menyebutkan tips – tips dalam belajar. 3. Siswa dapat memilih tips yang tepat untuk meningkatkan motivasi belajar. 4. Siswa mampu memdorong dirinya untuk meningkatkan motivasi belajarnya. F. Metode pembelajaran : Ice Breaking, Ceramah, diskusi, tanya jawab dan
1 Pengertian Bimbingan. a. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu memahami diri dan lingkungannya. (Shertzer dan Stone, 1971) b. Bimbingan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga dia sanggup mengarahkan
94pMf. 403 Forbidden
Jakarta - Saat bersekolah, istilah bimbingan konseling BK adalah istilah yang mungkin familiar di kalangan siswa. Bimbingan konseling erat kaitannya dengan masalah yang dimiliki oleh siswa dan nasihat dari guru konteks pendidikan, bimbingan konseling adalah bantuan layanan dari sekolah yang diberikan kepada siswa yang memiliki masalah agar dapat memahami kesulitannya. Adanya bimbingan konseling ini diharapkan dapat menuntun siswa untuk mengatasi samping itu, bimbingan konseling dilakukan untuk memfasilitasi klien dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal, pengembangan perilaku dan fungsi yang efektif. Biasanya, pendekatan yang dilakukan dalam bimbingan konseling yakni dengan melakukan interview atau wawancara merupakan cara atau bantuan yang sesuai untuk diberikan kepada seseorang dalam memecahkan masalah, seperti dijelaskan dalam artikel ilmiah berjudul Bimbingan Bimbingan Konseling Ada beberapa tujuan konseling khususnya di lingkungan sekolah. Beberapa tujuan dibentuknya bimbingan konseling di antaranyaMerencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir dan kehidupan klien di masa dan mengoptimalkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seseorang agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan mengatasi permasalahan yang dihadapi yang ada di lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan Bimbingan KonselingMengutip buku Dasar-Dasar Konseling oleh Abu Bakar M. Luddin, ada beberapa asas yang perlu diterapkan dalam melakukan bimbingan konseling, yaituAsas KerahasiaanAsas ini menuntut segala sesuatu terkait data dan keterangan milik klien yang merupakan sasaran layanan untuk dirahasiakan. Konselor bertanggung jawab untuk memastikan dan menjamin kerahasiaan data dan keterangan milik KesukarelaanTerkait dengan asas isi, klien secara sukarela mengikuti dan menjalani bimbingan serta layanan yang dibutuhkan klien. Utamanya tanpa ada unsur KeterbukaanAsas keterbukaan artinya menghendaki klien untuk terbuka dan tidak berpura-pura dalam menjalani bimbingan, baik ketika memberikan informasi tentang dirinya maupun ketika menerima informasi untuk pengembangan KekinianAsas ini menghendaki sasaran layanan merupakan permasalahan klien terkait dengan kondisinya saat ini. Dengan begitu, konselor akan dapat melihat pengaruh atau pun dampak bagi klien di masa lalu dan di masa depan dengan kaitannya di masa KemandirianAsas kemandirian mengacu pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yaitu klien diharapkan menjadi individu mandiri yang dapat mengenal dan menerima diri sendiri serta lingkungannya, mampu memutuskan suatu hal, dan menuntun diri KegiatanAsas kegiatan menghendaki klien untuk berpartisipasi secara aktif dalam menjalani bimbingan. Konselor berperan untuk mendorong klien agar mau untuk bersikap aktif terhadap layanan yang KedinamisanAsas ini menuntut agar isi layanan terhadap sasaran layanan bergerak maju dan berkembang serta berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan KeterpaduanTerkait dengan asas keterpaduan, layanan yang dilakukan oleh konselor maupun pihak lain bersifat harmonis, terpadu, dan saling menunjang. Koordinasi dari seluruh pihak diperlukan agar hasilnya sesuai dengan yang KenormatifanAsas kenormatifan menghendaki agar layanan tidak bersifat kontradiktif dengan norma-norma yang berlaku. Asas kenormatifan berlaku terhadap isi maupun proses pelaksanaan bimbingan dan KeahlianAsas ini menuntut agar layanan yang dilaksanakan atas dasar profesionalitas. Pihak yang memberikan layanan harus merupakan seorang yang ahli di Alih Tangan KasusTerkait dengan asas alih kasus, pihak-pihak yang tidak menyanggupi untuk melaksanakan pelayanan bimbingan konseling secara cepat dan tepat agar dialihkan kepada pihak yang lebih ahli dan Tut Wuri HandayaniAsas Tut Wuri Handayani menuntut agar pelayanan dapat menciptakan situasi dan kondisi yang mengayomi, mengembangkan keteladanan, serta mendorong klien untuk penjelasan mengenai bimbingan konseling berikut dengan tujuan dan asasnya. Semoga bermanfaat! Simak Video "Oknum Guru Olahraga Cabuli 12 Siswa, Modus Beri Hukuman" [GambasVideo 20detik] rah/rah
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Assalamualaikum ini saya akan mengulas sedikit tentang jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling. Ada banyak pendapat yang mengemukakan jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling. Sebelumnya, apakah kalian masih ingat apa itu layanan bimbingan dan konseling??Layanan bimbingan dan Konseling mempunyai hubungan yang erat di mana di antara keduanya saling melengkapi dalam membantu klien atau orang lain dalam memecahkan suatu permasalahan dan mengubah pola hidup seseorang. Mengubah pola hidup yang salah menjadi benar, pola hidup yang negatif menjadi positif. Sehingga klien dapat mengarahkan hidup sesuai dengan tujuannya. Karena tugas dari seorang pembimbing atau konselor yaitu memberikan arahan yang baik kepada yang terbimbing. Setelah kalian tahu tentang layanan bimbingan dan konseling, sekarang kita masuk ke jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling. Jenis-jenis layanan pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari konsep bimbingan dan konseling dalam rangka memenuhi berbagai asas, prinsip, fungsi dan tujuan bimbingan dan konseling. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan. Namun sangat mungkin ke depannya akan semakin berkembang, baik dalam jenis layanan maupun kegiatan pendukung. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkan dua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. Namun, kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistem pendidikan di lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan sebelas jenis layanan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam pendidikan nasional. Berikut sebelas jenis-jenis layanan BK 1. Layanan OrientasiLayanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan Layanan InformasiLayanan informasi adalah layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi seperti informasi diri, sosial, belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan. Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. 3. Layanan PembelajaranLayanan pembelajaran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk Layanan Penempatan dan Penyaluran 1 2 3 Lihat Humaniora Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bimbingan dan Konseling Islam merupakan ilmu pelayanan yang popular di kalangan akademisi. Definisi dari Bimbingan dan Konseling Islam ini dibagi menjadi dua istilah yaitu, bimbingan adalah pemberian bantuan kepada seorang individu agar dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi secara mandiri dan sebaik-baiknya atau the best choice. Sedangkan konseling ini istilah yang sangat popular di kalangan akademisi maupun praktisi, terutama institusi yang menangani masalah-masalah keluarga maupun social, baik government organization GO maupun non-government organitation NGO. Karena hal ini didukung oleh berbagai problematika yang berkembang dalam lingkungan masyarakat, sehingga mendorong para akademisi dan praktisi konseling dalam ikut serta menangani fenomena yang bekembang tersebut, problematika tersebut tidak hanya di sekolah atau madrasah, tetapi juga di masyarakat pada umumnya. Tujuan bimbingan dan konseling untuk memberikan bantuan supaya klien atau konseli bisa mencapai berbagai tujuan perekembangan dalam bidang karir, bidang belajar, dan bidang sosial. Untuk itu seorang konselor juga harus mengetahui batasan-batasan masalah dalam bimbingan dan konseling. Batasan-batasan yang dimaksut ini ialah mana yang dapat ditangani dan mana yang tidak bisa ditangani oleh Bimbingan dan Konseling Islam. Bimbingan pribadi adalah bimbingan yang diarahkan kepada individu supaya menjadi pribadi yang lebih baik, serta individu tersebut dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah pribadi yang berhubungan dengan keadaan psikologisnya dalam aspek-aspek kehidupan pribadi dan mengadakan penyesuaian diri terhadap individu tersebut. Bimbingan pribadi ini sangat berperan penting dalam kehidupan seorang idividu. Dengan cara ini kehidupan seorang individu akan lebih terarah, mempunyai sifat yang posisitif atau respek terhadap diri sendiri, dan mempunyai rasa tanggungjawab dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajiban. Adapun beberapa masalah yang dapat ditangani oleh bimbingan konseling dalam bidang pribadi ini diantaranya mengembangkan sikap yang positif, membantu siswa dalam memahami dan mengembangkan potensi bakat minatnya, membantu siswa untuk mengurangi kepribadian introvert. Sedangkan batasan diluar penanganan Bimbingan dan Konseling Islam ini diantaranya; Obsessive Complusive Disorder OCD merupakan sebuah penyakit mental yang berpengaruh pada konsisi jiwa seseorang dan OCD ini penyakit mental yang cukup ekstrem, untuk penanganan OCD ini biasanya ditangani oleh psikolog maupun psikiater. Depresi berlebihan ini juga diluar penanganan BKI karena depresi dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu Major Deppresive Disorder MDD dan Dysthymie Disorder gangguan distimik atau distimia tipe yang sudah kronis. Depresi ini dapat ditangani dengan pola hidup, terapi psikolog, dan dengan obat-obatan obat antiretroviral atau ARV. Bimbingan pada bidang sosial adalah membantu para individu dalam menyelesaikan masalah-masalah pribadi sosial. Masalah pribadi sosial ini seperti masalah dengan hubungan dengan sesama teman, dosen, serta staf, pemahaman sifat, kemampuan penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal, serta penyelesaian konflik. Bimbingan sosial ini bertujuan supaya pribadi memiliki sikap optimis dalam menghadapi masa depan, memiliki komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, dan mampu memahami kelebihan dan kekurangan yang ada pada dalam dirinya. Batasan didalam penanganan bimbingan dan konseling pada bidang sosial ini ialah kesenjangan sosial, pelecehan seksual, dan kenakalan remaja. Sedangkan batasan diluar penanganannya diantaranya; Kriminalitas ditangani dengan cara penal dan non penal. Korupsi dapat dilakukan pemberantasan yaitu mendesain ulang pelayanan politik terutama dalam bidang pelayanan masyarakat, memasukkan koruptor kedalam penjara, dan penegak hukum harus di lakukan dengan terpadu yang bertujuan untuk memberantas korupsi. Sedangkan penyakit menular dapat diaatasi dengan memutuskan rantai penularan penyakit. Bimbingan karir adalah bimbingan yang dilakukan dalam proses mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja, khususnya dalam memilih lapangan kerja ataupun profesi tertentu dengan membekali diri agar siap dalam menjalani pekerjaan tersebut. Aspek kehidupan yang bersangkutan pada bidang karir diantaranya aspek perkembangan, kepribadian, sosial, budaya, ekonomi, dan belajar. Pelaksanaan bimbingan koseling ini dilakukan dengan pemberian informasi yang dapat membantu siswa dalam meraih cita-citanya. Bimbingan karir ini bertujuan membekali keterampilan individu agar mampu bekerja, menyesuaian diri, dan meningkatkan diri. Batasan masalah yang dapat ditangani oleh bimbingan konseling pada bidang ini adalah masalah-masalah yang dihadapi peserta didik dalam penilaian diri untuk perencanaan karir, masalah-masalah yang dihadapi peserta didik dalam menelaah dan eksplorasi jabatan untuk perencanaan karir, dan implikasi pelayanan bimbingan karir terhadap masalah-masalah yang dihadapi peserta didik dalam perencanaan karir. Bimbingan konseling belajar adalah sebuah bagian dari bimbingan konseling perkembangan yang didalamnya mengandung beberapa aspek belajar seorang individu seperti aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam proses pelayanan bimbingan konseling belajar diperlukan beberapa tahapan diantaranya tahapan analisis kebutuhan, tahapan perencanaan layanan, tahapan aksi pemberian layanan, dan tahapan evaluasi dan tindak lanjut. Konseling ini bertujuan supaya dapat mengetahui cara-cara belajar yang efektif dan efisien bagi peserta didik atau konseli, serta peserta didik mampu mampu memilih suatu bidang studi yang sesuai dengan kemampuan cita-cita dan kondisinya. Selain itu bimbingan konseling belajar juga memiliki fungsi preservative, preventif, kuratif, rehabilitasi, dan advokasi. Batasan masalah yang dapat ditangani oleh bimbingan konseling belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Yang dimana faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non-sosial. Seorang konselor harus memiliki wawasan yang luas terkait batasan-batasan masalah yang dapat ditanganinya dan tidak dapat ditanganinya. Dengan mengetahui hal tersebut maka konselor tidak akan asal-asalan dalam membantu proses pelayanan konseli atau klien. Jika masalah yang dating pada diri klien bukan ranahnya konselor maka harus dialih tangankan kasus, supaya mendapatkan pelayanan yang tepat. Lihat Pendidikan Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Suatu bimbingan dan konseling tentu memiliki tujuan yang penting didalamnya hal ini sebagai salah satu upaya memberikan sarana berupa bantuan untuk memahami dirinya sendiri agar dapat mencapai perkembangan yang optimal, menjadi pribadi yang mandiri serta dapat merancang atau merencanakan masa depan dengan lebih baik guna mencapai kehidupan yang sejahtera dan lebih baik tentunya. Adapun berikut ini beberapa bentuk layanan yang ada dalam Bimbingan Konseling yaituLayanan DasarLayanan dasar adalah sebuah bentuk bantuan yang diberikan oleh konselor kepada pihak konseli berupa proses pemberian bantuan berupa kegiatan-kegiatan terstruktur yang dilaksanakan secara sistematis, baik dilakukan secara klasikal, dan berkelompok guna mengembangkan kemampuan kliennya agar mampu menyesuaikan dirinya secara efektif dan tujuan dengan adanya layanan dasar ini adalah untuk mengembangkan setiap keterampilan-keterampilan yang dimiliki oleh setiap anak/siswa agar mereka memiliki kemampuan dalam upaya mengembangkannya secara efektif baik yang berhubungan dengan permasalahan pihak konseli nya maupun yang lainnya agar dapat terselesaikan secara optimal. Secara sederhana tujuan utama adanya layanan dasar dalam BK adalah memberikan bantuan dan memfasilitasi siswa dalam proses pengembangan diri dengan berbagai aspek baik yang berhubungan dengan moral, mental, kepribadian, yang mana hal ini ditujukan dalam rangka agar peserta didik mampu memperoleh keterampilan dasar dalam hidupnya. Tentunya selain itu banyak sekali jenis layanan dasar yang dapat diberikan kepada pihak konseli seperti halnya, memberikan pemahaman, memberikan pencegahan/preventif, perkembangan yakni dalam rangka suana dan lingkungan yang kondusif, memberikan penyaluran baik yang berhubungan dengan minat dan bakat siswa, kemudian adaptasi yakni memberikan bantuan kepada seluruh peserta didik agar mampu beradaptasi dengan berbagai macam program pendidikan yang ada sesuai dengan kebutuhannya, adanya perbaikan yang berkaitan dengan munculnya suatu permasalahan baik secara pribadi ataupun kelompok, dan yang terakhir yaitu penyesuaian yang mana hal ini dilakukan oleh pihak konselor sebagai upaya dalam memberikan bantuan agar setiap konselinya mampu menyesuaikan dirinya dengan segala sesuatu yang ada dilingkungan Responsif Layanan Responsif merupakan suatu bentuk layanan yang sangat penting dan harus segera diberikan kepada pihak yang memerlukan yaitu kepada si konseli. Dalam hal ini konselor harus segara memberikan tanggapan bagi pihak konseli yang sedang mengalami permasalahan dan sedang membutuhkan bantuan dalam memecahkannya karena jika tidak dibantu dengan pihak konselor maka si klien akan mengakibatkan kesulitan dalam proses pengembangan tugas-tugas nya maupun proses perkembangan dirinya. Selaon itu fokus dalam pemberian layanan Responsif ini juga tergantung pada problematika yang sedang dihadapi oleh siswanya sehingga amat sangat membutuhkan adanya bimbingan dari pihak konselor. Pada kenyataannya tentu dalam setiap permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik tidak dengan mudah diketahui secara langsung, namun hal itu dapat dipahami dengan melihat beberapa gejala-gejala yang ditimbulkan seperti, munculnya sifat kekanak-kanakan, malas belajar, sering tidak masuk sekolah bolos sekolah, kenakalan remaja/ikut tawuran, dan lain dari itu adapun beberapa strategi yang dapat digunakan dalam proses pemberian layanan Responsif yaitu seperti, memberikan konseling secara individual maupun kelompok, konseli referral, membuat kerja sama dengan guru maupun wali kelasnya, kemudian juga dapat dengan bekerja sama dengan pihak orang tua si peserta didik, melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait atau pihak lain yang mana hal ini dilakukan dalam upaya memberikan kualitas bimbingan yang lebih bagus seperti halnya menjalin kerjasama dengan pihak psikologi, ABKIN atau Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia, dan bisa juga dengan MGBK atau Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling, berkonsultasi baik dengan guru disekolah ataupun dengan seluruh warga sekolah yang bersangkutan, bisa juga dengan melakukan kunjungan rumah pihak konseli, bimbingan teman sebaya, dan yang terakhir yaitu konferensi khusus yang mana hal ini tentu dilakukan dalam upaya pembahasan mengenai problematika yang dialami oleh peserta didik serta dapat juga diikuti oleh pihak dan orang-orang tertentu yang dirasa dapat memberikan keterangan serta kemudahan dalam upaya mencari solusi pemecahan masalah secara pribadi/ Perencanaan IndividualLayanan ini merupakan suatu layanan yang dapat membantu siswa dalam kegiatan belajar nya sehingga siswa mampu memahami setiap perkembangan pribadinya, memantau, merencanakan sekaligus bisa merumuskan suatu aktivitas yang berkaitan dengan masa depannya dengan tetap memperhatikan kelebihan dan kelemahan dirinyalah, sehingga dengan hal tersebut siswa juga dapat memiliki peluang dalam memahami lingkungannya. Strategi yang digunakan juga memperhatikan berbagai kegiatan dan aktivitas yang sistematis yang juga berkaitan dengan kelebihan dan kelemahan siswa dengan berbagi pertimbangan seperti memperhatikan penilaian individu ataupun kelompok serta berlanjut memberikan saran. Adapun tujuan dengan adanya layanan Perencanaan Individual ini adalah agar siswa dapat mempersiapkan dirinya Teruma dalam hal pendidikan yang bersifat lanjutan, baik merencanakan karirnya, pengembangan kemampuan pribadi sosialnya dan lain sebagainya. Selain itu ada juga beberapa aspek utama yang menjadi sasaran dalam layanan bimbingan ini yaitu seperti, aspek akademik, aspek karier, dan aspek sosial Dukungan SistemLayanan dukungan sistem merupakan suatu kegiatan bimbingan yang memiliki tujuan untuk memantapkan, memelihara, serta meningkatkan program BK. Secara tidak langsung layanan ini sendiri dalam BK merupakan salah satu bentuk strategi yang dapat memberikan bantuan serta memfasilitasi dalam setiap proses BK yang dilakukan oleh konselor terutama berguna untuk perkembangan diri konselinya, namun tentu layanan ini juga harus didukung dengan berbagai layanan awal yang harus diberikan yaitu dengan mempermudah dan memperlancar pelaksanaan layanan dasar, responsif, dan layanan Perencanaan Individual yang sudah dijelaskan tadi. Adapun beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam upaya memperlancar usaha konselor pada pemberian layanan ini yaitu, Pengembangan Jejaring atau Networking, Kegiatan Manajemen, dan riset sekaligus Hunainah dan Ujang Saprudin, Manajemen Bimbingan dan Konseling, Bandung Rizki Press,2018, Putra Bhakti, dkk, Model Dukungan Sistem Untuk Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter, Yogyakarta Jurnal Pendidikan,2019, hlm. 58-59Heru Hermawan dkk, Strategi Layanan Bimbingan Konseling untuk Meningkatkan Harga Diri Siswa Sebuah Studi Pustaka, Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 2019, hlm. 67-68Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Rosakarya, 2010, hlm. 85Amirul Machfud Kurnianto, Pelaksanaan Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar Se-Kota Semarang, Indonesia Journal Of Guidance and Counseling Theory and Application 8, 2018. Hlm. 26 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
4 bidang bimbingan konseling dan contohnya